Yuk sama sama menyamakan persepsi tentang bahan kulit…

Sering muncul pertanyaan : Mbak bahannya kulit apa? Pull up? Chrom? IL?Atau apa? Kalau berbicara dari awal…semuanya derawal dari bahan kulit, baik sapi, domba, kambing, dll. Untuk mempersempit cakupan yg berhubungan dengan produk kami…kita berbicara di kulit sapi secara global saja ya (maklum detailnya masih belajar)… Ada beberapa jenis bahan kulit sapi yg dibedakan dari jenis asal sapinya….misalnya : Jawa, Bali, Madura. Masing2 jenis memiliki ciri yg berbeda2, seperti kerapatan pori2nya, kehalusan permukaannya, karakter seratnya, dll. Yg perlu dipahami itu bahan kulit adalah bahan yg berawal dari mahluk hidup….untuk mencapai bahan kulit yg sangat2 mulus 100% adalah hal yg susah. Ibarat kulit manusia ada yg kena luka dan masih berbekas, mungkin jerawat, atau apalah yg mengakibatkan kulit jd kurang mulus tapi itulah yg membuat kulit terlihat NATURAL (tidak bisa semulus kulit sintetis buatan pabrik). Tp hal itu bisa lebih disempurnakan dengan proses penyamakan yg baik.
Proses dari bahan kulit mentah menjadi bahan kulit jadi(bahan kulit siap dijadikan produk tas) sangatnya panjang dan kompleks. Ada yg melalui proses nabati ada yg dengan pakai bahan chrom. Nah banyak sekali istilah yg kita sering dengar… Pull up…pigmented…cracking…emboss croco…dll, itu hanya proses finishingnya saja.
Ada pertanyaan menarik lagi…Bagus mana kulit pull up sama kulit pigmented? Trus bagus mana kulit lemes/soft sama kulit kaku/kenceng…Trus bagus mana kulit dengan texture rata atau texture kerut?…Menurut kami masing2 bahan yg sudah diproses mempunyai karakter yg sudah diciptakan sengaja dengan proses penyamakan tersebut, dan masing2 bahan itu bagus jika diterapkan dengan tepat. Sebagai contoh bahan yg sudah diproses penyamakan untuk membuat sepatu tetapi diaplikasikan untuk garmen( misalnya untuk buat jaket) yg ada hasilnya akan menjadi seperti kostum Robot….sangat kaku dan tidak nyaman untuk dipakai. Contoh lagi untuk membuat tas model briefcase kita menggunakan bahan yg sangat soft/lemes, yg terjadi tas itu kurang ngebentuk….mungkin akan terlihat letoy/nglemprek…. Jadi jika kami boleh menyimpulkan bahwa bahan kulit itu akan terlihat bagus dan pas jika digunakan dan diperuntukan untuk barang jadi yg tepat juga. Kalau untuk masalah warna itu kembali keselera masing2…. Sebagai contoh untuk produk RORO misalanya, bahan untuk model Orchid dan model BellFlower akan menggunakan bahan yg berbeda karakter, walaupun sama2 artikelnya untuk tujuan pembuatan tas. Bisa dibayangkan jika untuk membuat 6 model tas saja dengan masing2 tas itu ada pilihan 3 warna….berapa banyak jenis bahan yg harus dibuat, sama2 warna saja belum tentu cocok diaplikasikan ke model yg lain.
Dan hal yg tak kalah menariknya adalah bahan yg sering disebut IL ( Italian Leather),kalau diterjemahkan adalah bahan kulit dari Italy (kalau ga salah lho…) Yuk kita pahami lagi, kembali ke bahan dasarnya adalah sapi, yang pasti kita semua setuju bahwa Penciptanya adalah sama dengan yg menciptakan sapi yg ada di Indosenia….yaitu Tuhan. Yang membedakan adalah proses penyamakan nya…mungkin berbeda cara dan teknologinya…Tp sebenernya di “IL” itu juga ada pull up, chrom, pigmented, dll….seperti jg proses penyamakan di lokal(Indonesia).
Lepas dari semua hal….bahan kulit sangatlah dibutuhkan apalagi untuk kebutuhan fashion…selain bahannya yg mempunyai kesan ekslusif, indah, kuat dan memiliki nilai seni tinggi. Tinggal aplikasi peruntukan nya saja yg perlu kita tepatkan, supaya hasilnya menjadi barang yg sempurna. Menikmati kulit merupakan salah satu wujud syukur kita kepada Sang Pencipta atas hasil ciptaan Nya…..
Mohon maaf jika ada yg kurang tepat dari kesimpulan kami….
“Apa kesimpulan anda?” Anda yg lebih tau dan mengerti…

#justshare